3 FAKTA UNIK TENTANG HUKUM NEWTON YANG HARUS DIKETAHUI

Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Didalam artikel ini ada 3 asal usul hukum newton, yaitu :

Siapa yang tidak mengenal Sir Isaac Newton???

Ilmuwan yang lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643 (KJ: 25 Desember 1642) ini merupakan seorang fisikawan yang berasal dari Inggris. Newton merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik. 3 asala usul hukum newton ini beliau temukan.

 

Siapa yang tidak mengenal Hukum Newton???

Sir Isaac Newton menggagas Hukum Newton tentang gerak yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya.

 

Sejarah Hukum I Newton

Bunyi Hukum I Newton, “jika resultan gaya yang terjadi pada suatu benda sama dengan nol, maka benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan”. Secara matematis, dirumuskan:

Hukum I Newton adalah penjelasan dari hukum inersia yang sudah pernah dideskripsikan oleh Galileo. Dalam bukunya Newton memberikan penghargaan pada Galileo untuk hukum ini. Sementara itu, Aristoteles berpendapat bahwa setiap benda memiliki tempat asal di alam semesta: benda berat seperti batu akan berada di atas tanah dan benda ringan seperti asap berada di langit. Menurut Aristoteles, sebuah benda sedang berada pada kondisi alamiahnya jika tidak bergerak, dan untuk satu benda bergerak pada garis lurus dengan kecepatan konstan diperlukan sesuatu dari luar benda tersebut yang terus mendorongnya, kalau tidak benda tersebut akan berhenti bergerak. Namun, Galileo menyadari bahwa gaya diperlukan untuk mengubah kecepatan benda tersebut, sementara untuk mempertahankan kecepatan tidak diperlukan gaya. Hal tersebut sama dengan Hukum I Newton.

Sejarah Hukum II Newton

Bunyi Hukum II Newton, “sebuah benda bermassa yang diberi gaya, maka akan timbul percepatan yang sebanding dengan besar gaya tersebut”. Secara matematis, dirumuskan:

Hukum II Newton dalam bahasa latin berbunyi:

“Lex II: Mutationem motus proportionalem esse vi motrici impressae, et fiery secundum lineam rectam qua vis illa imprimatur” diterjemahkan dengan cukup tepat oleh Motte pada tahun 1729 menjadi:

“Law II: The aleration of motion is ever proportional to the motive force impress’d; and is made in the direction of the right line in which that force is impress’d.”

Yang dalam bahasa Indonesia berarti:

Hukum II: “Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan atau bekerja dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda.”

Sejarah Hukum III Newton

Bunyi Hukum III Newton, “jika kita memberikan sebuah gaya pada suatu benda, maka benda tersebut akan memberikan gaya pada kita dengan besar yang sama tapi arahnya berlawanan”. Secara matematis, dirumuskan:

Newton menggunakan hukum ketiga untuk menurunkan hukum kekekalan momentum, tetapi dengan pengamatan yang lebih dalam, kekekalan momentum adalah ide yang lebih mendasar (diturunkan melalui teorema Noether) dari relativitas Galileo dibandingkan hukum ketiga, dan tetap berlaku pada kasus yang membuat hukum ketiga Newton seakan-akan tidak berlaku. Misalnya, ketika medan gaya memiliki momentum dan dalam mekanika kuantum.

 

selanjutnya baca juga artikel menark lainnya yang berkaitan dengan materi fika lainnya

About novi

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*