5 ALAT ELEKTRONIK YANG MENGGUNAKAN ARUS AC

Arus bolak-balik (AC/Aternating Current) adalah arus listrik dimana besar dan arah arusnya berubah-ubah secara bolak balik. Bentuk gelombang dari arus listrik AC biasanya berbentuk sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien. Namun, dalam aplikasi spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk segi empat (square wave).

Arus AC biasanya dimanfaatkan untuk peralatan elektronik dan dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, arus AC dikelola dan berada di bawah naungan PLN. Penerapan arus AC dikelola pada frekuensi 50Hz dan tegangan standar 1fasa adalah 220 volt, yang mana tegangan serta frekuensi ini yang sampai ke rumah-rumah.

Pada tegangan tinggi (lebih dari 110kV), lebih sedikit energi yang hilang dalam transmisi tenaga listrik. Tegangan yang lebih tinggi berarti arus yang lebih rendah, dan arus yang lebih rendah berarti lebih sedikit panas yang dihasilkan di saluran listrik karena hambatan. AC dapat dikonversi ke dan dari tegangan tinggi dengan mudah menggunakan transformer.

AC juga mampu menyalakan motor listrik. Motor dan generator adalah perangkat yang sama persis, tetapi motor mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (jika poros pada motor berputar, tegangan dihasilkan di terminal). Ini berguna untuk banyak peralatan besar seperti mesin pencuci piring, lemari es, dan sebagainya, yang berjalan di AC.

Ada tiga bagian untuk gelombang sinus: amplitudo, frekuensi, dan fasedapat dijelaskan secara matematis sebagai fungsi waktu dengan persamaan berikut:

V(t) adalah tegangan sebagai fungsi waktu, yang berarti bahwa tegangan berubah seiring perubahan waktu. Persamaan di sebelah kanan tanda sama menggambarkan bagaimana perubahan tegangan dari waktu ke waktu.

VP adalah amplitudonya. Ini menggambarkan tegangan maksimum yang dapat dicapai gelombang sinus kita di kedua arah, yang berarti bahwa voltase kita dapat menjadi + VP volt, -VP volt, atau di suatu tempat di antaranya.

Fungsi sin () menunjukkan bahwa tegangan akan dalam bentuk gelombang sinus periodik, yang merupakan osilasi halus di sekitar 0V.

adalah konstanta yang mengubah frequensi dari siklus (dalam hertz) menjadi frequensi sudut (radian per detik).

f menggambarkan frekuensi gelombang sinus. Ini diberikan dalam bentuk hertz atau unit per detik. Frekuensinya menunjukkan berapa kali bentuk gelombang tertentu (dalam hal ini, satu siklus gelombang sinus kita – naik dan turun) terjadi dalam satu detik.

t adalah variabel dependen: waktu (diukur dalam detik). Seiring waktu bervariasi, bentuk gelombang bervariasi.

φ menggambarkan fase dari gelombang sinus. Fase adalah ukuran bagaimana menggeser bentuk gelombang terhadap waktu. Ini sering diberikan sebagai angka antara 0 dan 360 dan diukur dalam derajat. Karena sifat periodik dari gelombang sinus, jika bentuk gelombang digeser 360 °, ia menjadi bentuk gelombang yang sama lagi, seolah-olah digeser oleh 0 °. Untuk kesederhanaan, kita akan menganggap bahwa fase adalah 0 ° .

Besaran arus dan tegangan bolak-balik (AC) bisa diukur dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan osiloskop. Dari pengukuran menggunakan osiloskop akan didapat tampilan kurva arus dan tenganan bolak balik yang berbentuk mirip dengan kurva/grafik Sinus. Berikut ulasan pemanfaatan arus AC pada peralatan elektronik dikutip dari laman .

Mesin Cuci

Kipas Angin

AC

Kompor Listrik

Setrika Listrik

Baca artikel menarik selanjutnya di >>>

8 SUMBER ENERGI ALTERNATIF YANG TERBARUKAN

5 HAL DALAM LDR INI AJARKAN KAMU PENTINGNYA SEBUAH HUBUNGAN

5 TANTANGAN GURU PAUD YANG WAJIB KAMU TAU

About novi

4 comments

  1. Informasi yang sangat bermanfaat
    Sukses terus bro
    salam kenal
    kw Google : Serba Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*