8 Tahapan dan Penjelasan Terlengkap Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu prosedur atau urutan langkah yang harus dilaksanakan untuk melakukan suatu projek ilmiah.

Pada saat Issac Newton kepalanya kejatuhan buah apel (bila cerita ini benar), ia merasa kesakitan (mungkin apelnya besar sekali-kapoklah), sehingga terucaplah kata-kata: mengapa kok buah apel ini jatuh ke bawah, kenapa tidak ke atas! Kalau kita mungkin mengumpat (mesuh-Jawa). Pertanyaan Newton tidak berhenti hanya sampai benjolnya kepala, namun diteruskan dengan melakukan “pelemparan” buah apel ke atas di kedua tangannya dan “menangkapnya” kembali dengan hasil yang sama bahwa apel selalu jatuh ke bawah.

Cara yang dilakukan oleh Newton tersebut disebut perbuatan coba-coba atau metode coba-coba (trial and error) untuk mencari jawab mengapa apel jatuh ke bawah. Berhasilkah ia, jawabnya tentu saja tidak! Baru setelah ia melakukan percobaan dengan cara menaiki menara Pisa yang miring itu dan menjatuhkan berbagai benda lain jenis tapi dengan berat 3 yang sama, ia menyimpulkan bahwa jatuhnya benda ke bumi karena ada sesuatu yang menariknya dari bumi yang kemudian dikenal sebagai daya tarik bumi atau gravitasi.

Kesimpulan diambil karena jenis benda menjadi tidak berguna apabila dengan berat yang sama akan jatuh bersamaan waktunya di bumi karena ditarik daya tarik tersebut. Nah! apa yang dilakukan oleh Newton pada perbuatan kedua merupakan kebenaran ilmiah karena dilakukan dengan salah satu yang masuk dalam paradigma ilmiah atau metode ilmiah, yakni metode perlakuan atau eksperimen. Sebelum bicara lebih jauh mengenai metode yang umumnya dilakukan dalam penelusuran ilmiah sebaiknya dikemukakan dahulu mengenai kerangka bagaimana kebenaran ilmiah tersebut di dapat.

Suatu pengetahuan disebut ilmiah sehingga menjadi kebenaran ilmiah adalah apabila ia didapat melalui koridor atau paradigma ilmiah, bukan wahyu, intuisi, seni, atau lainnya yang mempunyai paradigma sendiri. Koridor yang demikian disebut sebagai metode ilmiah, yakni suatu cara berfikir dan bertindak secara sistematik untuk mendapat kesimpulan yang mantap sebagai kebenaran baru dengan kaidah-kaidah tertentu (Susilaaji, 2012).

Cara berfikir deduktif, induktif atau gabungan keduanya merupakan cara yang menjadi landasan awal untuk mendapatkan kebenaran ilmiah yang banyak dianut oleh para ilmuwan. Dengan landasan berfikir demikian manusia dapat melakukan eksplorasi atau penjelajahan keilmuannya untuk menyingkap rahasia-rahasia diri dan alam sekitarnya. Kebenaran ilmiah terwujud oleh konsep-konsep ilmiah yang mendasarinya yakni teori ilmiah dan fakta ilmiah.

Teori berfungsi untuk menjelaskan mengenai kondisi alam tentang pertanyaan mengapa? Dengan teori yang benar kita telah mampu mendeskripsi tentang sesuatu dan mampu menerangkan serta meramalnya dimasa depan. Pada saatnya teori dapat berubah sesuai dengan kemajuan nalar manusia dan penemuan-penemuan baru atau fakta ilmiah.

Sehingga fakta ilmiah adalah sesuatu yang apa adanya yang tidak bisa berubah, dan fakta inilah yang umumnya menjadi pokok penelitian yang dilakukan secara induktif. Dahulu orang menganut teori planetisimal dalam menerangkan kejadian tatasurya, namun apabila teori tersebut dipraktekkan maka tak akan terjadi dalam fakta sesungguhnya sehingga munculah teori baru yang disebut dengan nobular. Sampai saat ini dalam bidang biologi orang masih banyak menganut teori evolusi yang mulai dipertanyakan orang karena tidak sesuai dengan fakta bahkan belum didapat faktanya bahwa salamander, merupakan suatu bentuk contoh evolusi dari ikan ke jenis kadal.

dengan adanya berbagai penjelasan diatas, selanjutnya akan saya bahas bagaimana dan apa saja langkah-langkah dalam Metode Ilmiah :

Menentukan masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah hendaknya diawali dengan kesadaran akan adanya masalah.

Mengumpulkan informasi

Setelah menentukan masalah tahapan selanjutnya adalah mengumpulkan informasi mengenai masalah tersebut guna mendapatkan rumusan masalah.

Merumuskan masalah

pada tahap merumuskan masalah ini dapat dituliskan sebagai pertanyaan terhadap suatu Permasalahan kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.

Merumuskan hipotesis

Setelah melakukan beberapa proses tahapan dalam penelitian maka akan ditemukan hipotesis atau dugaan sementara.

Melakukan eksperimen

Eksperimen dilakukan guna menjawab semua umusan masalah dan untuk mencocokan antara dugaan sementara dan hasil ekperimen yang sebenarnya untuk dijadikan suatu kesimpulan yang diserta fakta dan data ilmiah.

Mengelola dan menganalisis data

Pada saat eksperimen setiap data yang didapatkan baik itu secara angka, grafik, atau trafik hendaknya dicatat dan dibukukan dengan baik sebagai bukti kebenaran atas penelitian yang dilakukan.

Membuat kesimpulan

Dari seluruh tahapan yang sudah dilakukan tahapan terakhir yaitu menentukan kesimpulan penelitian apaka diTerima atau Tidak diterima.

Mempublikasikan hasil penelitian

Ketika hasil kesimpulan dari penelitian itu diterima maka hasil penelitian yang anda lakukan berhasil dan layak untuk dipublikasikan sebagai bahan kajian penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi selanjutnya.

**)note : pada saat penelitian hendaknya seluruh data yang dilakukan dalam tahap eksperimen dikumpulkan, dicatat, diarsipkan dengan baik karena penelitian itu harus sesuai dengan fakta dan data.

kunjungi artikel menarik selanjutnya din >>>>

15 Cabang Ilmu Biologi yang disertai bidang kajian

6 Konsep Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari dan Teknologi

6 Jenis Pekerjaan Yang Dapat Digantikan Robot Di Masa Depan

 

About novi

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*